Pilu, Bocah 8 Tahun Ini Rela Jual Kayu Bakar Demi Bisa Makan dan Sembuhkan Nenek

 Pilu, Bocah 8 Tahun Ini Rela Jual Kayu Bakar Demi Bisa Makan dan Sembuhkan Nenek
 Pilu, Bocah 8 Tahun Ini Rela Jual Kayu Bakar Demi Bisa Makan dan Sembuhkan Nenek
Ia terpaksa harus banting tulang demi menghidupi sang nenek yang saat ini sudah tak bisa lagi bekerja.
Tidak bisa dibayangkan apabila seorang bocah berusia 8 tahun harus terpaksa bekerja dan mencari uang. Ya, namun usianya yang masih belum cukup tak menjadi penghalang bagi bocah satu ini.
Bocah yatim ini berjuang menjadi pahlawan untuk sosok nenek yang begitu disayang serta dicintainya. Amat pilu, ia terpaksa harus banting tulang demi menghidupi sang nenek yang saat ini sudah tak bisa lagi bekerja.
Kerja Serabutan
Riyan, seorang bocah berusia 8 tahun terpaksa harus berjuang demi bertahan hidup dan menjadi tulang punggung bagi neneknya. Ia rela menjadi buruh serabutan demi bantu neneknya yang sudah tua dan sakit-sakitan. Setiap usai sekolah, Riyan akan mulai bekerja untuk mencari uang.
" Riyan bekerja sepulang sekolah," tulis keterangan dalam unggahan video akun Instagram @rumahyatim.
Jual Kayu Bakar dengan Harga Rp10 Ribu Per Ikat
Segala pekerjaan serabutan dijalaninya dengan amat tekun demi mendapatkan rezeki. Salah satunya adalah mencari kayu bakar setiap kali dirinya usai sekolah.
Kayu bakar yang sudah terkumpul pada nantinya akan dijual oleh Riyan. Tidaklah mahal dan berpenghasilan banyak, tiap ikat kayu bakar yang berhasil didapatkan hanya dijual seharga Rp10 ribu saja. Itu semua begitu jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhannya dan sang nenek.
Demi Bisa Makan dan Sembuhkan Nenek
Bukan tanpa alasan Riyan harus berjuang di usianya yang masih sangat kecil itu. Begitu mulia, ia ingin membelikan obat serta membuat neneknya yang sudah tua dan sakit-sakitan tersebut bisa sehat kembali.
Selain itu, Riyan mencari uang juga agar dirinya dan nenek bisa terus makan setiap harinya. Diketahui Riyan merupakan sosok cucu yang amat mencintai sang nenek, ia pun juga kerap menyuapi neneknya untuk makan.
Sekolah dengan Seragam Usang dan Sepatu Bolong
Seperti terlihat dalam akun Instagram @rumahyatim, saat ini Riyan duduk di bangku kelas 2 SD. Begitu miris, ia pergi ke sekolah dengan mengenakan seragam yang sudah usang dan juga sepatu bolong, bahkan talinya pun sudah diganti dengan sebuah kain.
"Nenek tidak memiliki uang untuk membelikan saya sepatu baru saya sudah sangat bersyukur memiliki sepatu meski sudah bolong daripada tidak punya sama sekali" papar Riyan seperti dikuti dari Instagram Rumah Yatim.
Perjuangan Riyan tentu tak akan berhenti di sini saja. Ia tetap akan terus berusaha dengan sekuat tenaga yang ia miliki demi bisa membantu menyembuhkan sang nenek dan juga bertahan hidup. Tentu, usahanya, harus kita dukung agar ia bisa memiliki hidup yang lebih layak tanpa harus bersusah payah bekerja. Karena seharusnya, anak seusianya disibukkan dengan belajar dan bermain. 






Sumber Artikel:
Advertisement