Miris! Kakek Ini, Ingin Meninggal Saja Karena Dipaksa Mengemis dan Disiksa Istrinya

Miris! Kakek Ini, Ingin Meninggal Saja Karena Dipaksa Mengemis dan Disiksa Istrinya
Miris! Kakek Ini, Ingin Meninggal Saja Karena Dipaksa Mengemis dan Disiksa Istrinya
Karena sering dipaksa mengemis dan disiksa oleh istrinya, kakek ini berniat ingin meninggal saja
Helo.id – Ketika memutuskan untuk menikah, maka kita memang haruslah memilih pasangan yang tepat. Pasangan yang dapat menerima disaat suka maupun duka. Sampai menua bersama dan juga hanya maut yang memisahkan.

Tidak banyak pasangan suami istri yang dapat bertahan dari terpaan badai rumah tangga, hingga tua. Jadi, seharusnya saat dapat menua bersama, merupakan anugerah yang sangatlah luar biasa dan patut disyukuri.

Tetapi sayangnya, hal ini tidak dapat dirasakan oleh pasangan lansia yang tengah viral. Kisah menyedihkan ini, berasal dari seorang kakek bernama Aslan Abdullah yang menghebohkan jagat dunia maya.

Kakek tersebut dikabarkan mendapatkan intervensi dari keluarganya, untuk mengemis di pinggir jalan sekitar Kebon Jeruk, Jakarta Barat, untuk membayar sewa rumah kontrakan mereka. Bahkan, sang kakek yang tinggal Tanah Kusir, Jakarta Selatan, itu sudah tampak tidak berdaya dengan hanya bisa duduk di kursi roda. Tak hanya itu, kakek Aslan Abdullah juga dikabarkan diperlakukan tidak baik oleh anak dan istrinya sendiri.

Tak ayal, kisah kakek ini pun mendadak heboh hingga akhirnya menjadi pembicaraan panas oleh para netizen. Kisah Kakek ini, telah dibagaikan diberbagai sosial media, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @viralterkini99.

Dalam video yang dibagikan tersebut, tampak kakek Aslan Abdullah berada di pinggir jalan. Kakek yang diketahui telah berusia 70 tahun itu menyatakan bahwa dirinya sering mendapat caci maki dan kekerasan dari istrinya. Karena hal itu, kakek ini pun sempat berharap ingin meninggal saja jika hidupnya penuh caci maki serta siksaan dan ditelantarkan.

“Saya pengin mati saja, enggak kuat saya. Jalan saja udah enggak kuat. Ya, Allah malaikat turunlah malaikat Izrail,” ucap kakek Aslan sembari menangis di kursi rodanya.

Setiap harinya, kakek Aslan seringkali tampak mengemis di pinggir jalan. Bahkan, para warga sekitar sempat mencaci maki hingga meludahinya. Tak hanya itu, di hari raya Idul Fitri tahun ini, kakek tersebut tidak bisa bertemu dengan keluarganya karena dipaksa mengemis oleh istrinya.

Padahal, setiap harinya hasil mengemis Kakek ini, telah disetorkan oleh istrinya. Namun, tetap saja sepertinya kakek Aslan Abdullah tidak ada benarnya di depan istrinya tersebut.

“Uang hasil mengemis saya kasih ke istri untuk bayar kontrakan. Sebulan Rp 500 ribu, bulan ini saya udah bayar Rp 300 ribu. Makanya saya cari lagi daripada diusir. Kalau diusir mau tinggal di mana saya,” ucap kakek Aslan.

Sambil mendengar curhatan sang kakek, seorang wanita yang diketahui sebagai perekam video itu, tampak tak kuasa menahan tangis karena tak menyangka kakek tersebut dipaksa mengemis oleh istrinya untuk membayar kontrakan.

Sambil mengelus-elus tangan sang kakek, wanita ini, berniat membantu dengan mengantarnya ke Panti Jompo. Dia pun berjanji akan memperhatikan sang kakek selama berada di panti tersebut.

“Enakan di rumah atau di panti? Yaudah nanti pasti aku bakalan memperhatikan kakek tiap minggu atau tiap bulan,” ucap wanita perekam video viral itu.

Kisah miris dan sedih kakek Aslan Abdullah, itu pun mampu menyayat banyak netizen di dunia maya. Bahkan, para netizen sampai dapat merasakan kesedihan yang dialami oleh lanisa itu dan mengecam keluarga kakek Aslan Abdullah yang dengan teganya, memaksa sang kakek untuk mengemis di pinggir jalan.

Padahal, jikalau kata pepatah darah lebih kental dibandingkan air. Yang memiliki arti, hubungan darah atau hubungan keluarga dirasa lebih erat dibandingkan hubungan dengan yang bukan sanak keluarga. Namun pada kenyataannya, banyak sekali keluarga yang justru tidak berprilaku seperti layaknya keluarga.

Justru, yang tidak memiliki hubungan darah, dapat lebih baik dan peduli. Seperti kisah Kakek ini ya. Keluarganya justru bersikap tak pantas, sedangkan orang lain mau membantunya untuk mendapatkan hidup lebih layak dan baik.

Sumber Artikel
Advertisement