Subhanallah, Al-Qur’an Tetap Utuh usai Dikepung Api Tewaskan Satu Keluarga di Jeneponto

Subhanallah, Al-Qur’an Tetap Utuh usai Dikepung Api Tewaskan Satu Keluarga di Jeneponto
Subhanallah, Al-Qur’an Tetap Utuh usai Dikepung Api Tewaskan Satu Keluarga di Jeneponto

 


 Dua buah Al-Qur’an selamat dari kobaran api yang telah menghanguskan satu rumah Desa Bontomatene, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Selasa kemarin.

Meski dalam peristiwa itu satu keluarga menjadi korban, namun kitab suci umat Islam itu nyaris dilalap di jago merah pada dini hari kemarin.

Lafaz Allah masih tertulis indah di setiap lembar Al-Qur’an itu, yang ditemukan oleh sanak keluarga korban yang mengais puing-puing bekas keganasan si jago merah itu.

Al-Qur’an itu ditemukan di antara tumpukan bangunan rumah kayu yang telah menjadi arang dan diabadikan dalam sebuah rekaman video berdurasi 25 detik.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Ini salah satu kitab suci Al-Qur’an di rumah duka bencana kebakaran. Alhamdulillah kuasa Allah, Al-Qur’an ini tidak terbakar, masih utuh,” kata pria di dalam rekaman video itu.

Setelah diperiksa lebih detail, rupanya bagian luar dan pinggiran Al-Qur’an itu telah hangus terbakar. Namun isi di dalamnya tetap utuh meski hanya terlihat kotor.

“Inilah kekuasaan Allah SWT, Al-Qur’an tersebut masih utuh, iye, tidak terbakar oleh api, inilah kekuasaan Allah,” tambah perekam video itu dengan rasa kagum.

Diketahui, Rumah yang bermaterial kayu itu ludes dilalap api. Seluruh penghuni yang berada di dalam rumah itu terjebak di antara kepungan si jago merah.

Akhirnya, penghuni rumah yang berjumlah enam orang itu pun tewas terpanggang. Kasubbag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul membenarkan kejadian itu.

“Enam orang tewas atas kejadian itu yang terdiri dari suami, istri, anak, keponakan dan menantu,” katanya saat dikonfirmasi.

Saat kejadian, warga sempat ingin menolong korban yang terjebak di dalam rumah itu. Namun apa daya, kobaran api sangat besar dan korban tewas terpanggang.

Kata Syahrul, rumah yang terbakar itu memang hanya memiliki satu pintu saja. Sehingga pada saat semua korban hendak kabur, pintu itu juga sudah hangus terbakar.

“Hanya satu pintu di bagian depan saja dan tidak memiliki ruang jalan menuju kebelakang rumah, untuk menyelamatkan diri. Akibatnya semua korban meninggal dunia,” jelasnya.

Keenam korban diketahui bernama Sirajang Daeng Tongang, 75 tahun, sebagai kepala keluarga sekaligus pemilik rumah dan istrinya, Saleori Daeng Cini, 65 tahun yang tewas atas kejadian itu.

Ada juga menantu Sirajang yang bernama Yusuf Daeng Tompo, 38 tahun. Ia tewas bersama istrinya bernama Armi Damayanti, 35 tahun dan anaknya bernama King Abdul Soleh, 8 tahun.

Korban terakhir bernama Kautsar Biyang, 8 tahun yang merupakan keponakan korban Armi. Semua korban ini tewas terpanggang di dalam rumah tersebut.

Advertisement