Malaikat Jibril Ajarkan Nabi Muhammad, Sholat 5 Waktu dalam peristiwa Isra Miraj

Malaikat Jibril Ajarkan Nabi Muhammad, Sholat 5 Waktu dalam peristiwa Isra Miraj
Malaikat Jibril Ajarkan Nabi Muhammad, Sholat 5 Waktu dalam peristiwa Isra Miraj


 Bukunewscheck – Melansir okezone.com – Perintah sholat lima waktu diwajibkan bagi umat Islam ketika peristiwa Isra Miraj. Di mana, Nabi Muhammad SAW naik ke langit tertinggi untuk bertemu Allah SWT.

Sementara itu, kaum kafir Quraish tidak dapat mempercayai peristiwa tersebut, namun juga tidak memiliki alasan untuk membantahnya.

Dilansir dari video milik akun YouTube Kisah Islami, Jumat (19/2/2021), Rasulullah berbicara di tengah kaum kafir Quraish perihal kejadian Isra Miraj yang dialaminya secara jelas dan detail. Beliau menceritakan pengalaman pergi dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa di Palestina, lalu naik ke atas langit tertinggi.

Namun, kaum kafir Quraish tidak mempercayai perkataan tersebut. Rasulullah lantas menceritakan secara detail terkait gambaran Baitul Maqdis, seolah-olah penduduk Makkah sedang berada di sana.

Kira-kira sebelum matahari tepat berada di atas kepala, Nabi Muhammad SAW pergi ke sebuah gunung di Makkah dan bertemu Malaikat Jibril. Rasulullah diberi isyarat untuk melihat ke arah lembah, yang kemudian dari situ memancarkan mata air.

Lantas Malaikat Jibril mengajarkan Rasulullah berwudhu dan sholat. Pada hari pertama, waktu sholat dzuhur adalah posisi matahari tergelincir ke arah barat. Malaikat Jibril mengajarkan tentang bacaan sholat, jumlah rakaat, gerakan sholat, dan apa saja sholat yang wajib dilakukan sehari semalam.

Tiba waktu Ashar, Malaikat Jibril datang lagi dan memberitahukan kepada Nabi Muhammad SAW bahwa waktu sholat Ashar ketika bayangan suatu benda sama persis dengan panjang benda tersebut.

Kemudian tibalah waktu Magrib, Malaikat Jibril mengatakan waktu sholat magrib ketika matahari telah tenggelam.

Begitupun pada waktu Isya, Malaikat Jibril mengatakan waktu sholat Isya ketika warna merah di langit telah hilang.

Keesokan harinya mendatangi Rasulullah di waktu sholat Subuh. Waktu sholat Subuh dilakukan ketika fajar baru terbit.

Malaikat Jibril kembali datang di hari kedua pada waktu sholat Dzuhur.

Saat itu, Malaikat Jibril bersama Rasulullah sholat di akhir waktu, ketika panjang bayangan benda sama dengan panjang benda itu sendiri.

Pada hari kedua, waktu Ashar adalah ketika panjang bayangan dua kali lipat lebih panjang dari benda itu. Waktu salat Magrib sama dengan hari sebelumnya.

Kemudian pada waktu Isya, mereka sholat Isya lewat tengah malam. Pada hari ketiga Malaikat Jibril dan Rasulullah sholat Subuh ketika matahari akan terbit.

Setelah melakukan sholat wajib selama dua hari berturut-turut, tiba saatnya Malaikat Jibril memberitahu batasan waktu sholat kepada Rasulullah.

Sebagaimana telah disebutkan dalam hadis Riwayat Muslim dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma.

“Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

 “Waktu sholat Zhuhur jika matahari sudah tergelincir ke barat ketika itu panjang bayangan sama dengan tinggi seseorang, selama belum masuk sholat ‘Ashar. Waktu sholat ‘Ashar adalah selama matahari belum menguning. Waktu sholat Maghrib adalah selama belum hilang cahaya merah pada ufuk barat. Waktu sholat Isya adalah sampai pertengahan malam. Waktu sholat Shubuh adalah dari terbit fajar selama belum terbit matahari.” (H.R. Muslim : 612).

Advertisement