Dulunya Putih dan Berasal Dari Surga Kini Batu Hajar Aswad Menghitam, Ini Penyebabnya?

Dulunya Putih dan Berasal Dari Surga Kini Batu Hajar Aswad Menghitam, Ini Penyebabnya?
Dulunya Putih dan Berasal Dari Surga Kini Batu Hajar Aswad Menghitam, Ini Penyebabnya?
hajar aswad
Hajar aswad merupakan sebuah batu yang memiliki keistimewaan tersendiri. Dalam sebuah hadis melalui Ibnu Abbas:
نَزَلَ الْحَجَرُ الأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِى آدَم
“Hajar Aswad diturunkan dari surga dalam keadaan putih melebihi air susu, kemudian dosa-dosa anak Adam membuatnya hitam” (HR Tirmidzi).
Dalam hadis lain dijelaskan:
الْحَجَرُ الأَسْوَدُ يَاقُوتَةٌ بَيْضَاءُ مِنْ يَاقُوتِ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّمَا سَوَّدَتْهُ خَطَايَا الْمُشْرِكِينَ يُبْعَثُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِثْلُ أُحُدٍ يَشْهَدُ لِمَنِ اسْتَلَمَهُ ، وَقَبَّلَهُ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا
“Hajar Aswad adalah permata putih dari jenis permata surga, sungguh kesalahan orang-orang musyrik telah membuatnta hitam. Di hari kiamat akan dibangunkan seperti halnya gunung Uhud, bersaksi terhadap orang yang telah mengusap dan menciumnya dari penduduk dunia.” 
Hadis di atas mengandung beberapa makna tersirat di antaranya:
Pertama, dosa anak Adam membuatnya berubah warna menjadi hitam, namun kepercayaan, amal serta keyakinan kaum muslimin tidak dapat membuatnya kembali ke warna semula. Hal ini sebab Allah menjalankanya sesuai tradisi manusia bahwa putih dapat diwarnai dengan hitam dan tidak sebaliknya. Dalam Fath al-Bari disampaikan:
وروى عن بن عباس إنما غيره بالسواد لئلا ينظر أهل الدنيا إلى زينة الجنة
“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa penyebab (hajar aswad) menghitam itu supaya penduduk dunia tidak bisa melihat keindahan perhiasan surga saat ini“ (HR. al-Humaidi). (Baca: Doa Saat Melihat atau Mencium Hajar Aswad)
Kedua, Dalam al-Tanwir Syarh al-jami’ al-Shahir disampaikan :
حكمة كون الخطايا سودته دون غيره من حجارة الكعبة وأستارها أن العهد الذي أخذه الله تعالى على ذرية آدم أن لا يشركوا به شيئاً كتبه في صك وألقمه الحجر الأسود كما ورد في رواية، فالعهد الذي فيه هو الفطرة التي فطر الناس عليها من التوحيد وكل مولود يولد على ذلك الميثاق حتى يسود قلبه بالشرك فلما حال عن العهد وصار قلب ابن آدم من الخطايا بعد ما ولد عليه من ذلك العهد اسود الحجر أسود بعد ابيضاضه وكانت الخطايا سبب ذلك
“Hikmah dosa yang membuat hajar aswad menghitam, bukan batu lainnya, seperti batu-batu Ka’bah dan penutupnya, itu bentuk janji Allah kepada anak Adam agar tidak menyekutukan Allah dengan lain-Nya. Hal ini sudah tercatat serta didokumentasikan mengenai hajar Aswad sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat. Janji tersebut sebagai fitrah manusia yang berupa tauhid. Setiap manusia itu terlahir dalam janji tauhid tersebut, kecuali ia berbuat syirik, maka hatinya akan hitam . Semasa terhalangnya perjanjian tersebut dan banyaknya dosa dalam hati anak Adam, maka menyebabkan hitamnya hajar aswad. Dan dosa kesalahan sebagai penyebabnya.”
Ketiga, sebagai teladan bagi umat manusia, bahwa sesungguhnya dosa-dosa anak Adam dapat membuat batu yang begitu keras berubah menjadi hitam pekat, maka dosa tersebut akan lebih membekas dan melekat serta mengkotori segumpal hati yang lembut. Dalam Fath al-Bari disampaikan:
فإن الخطايا إذا أثرت في الحجر الصلد فتأثيرها في القلب أشد
“Dosa-dosa saja dapat membekas pada batu (hajar aswad) yang keras, maka membekasnya dosa pada hati akan lebih parah lagi (lebih hitam pekat).”
Wallahu A’lam.
Advertisement